Tim rugbi wanita Inggris melakukan perubahan besar dengan merotasi 13 pemain untuk laga kedua Piala Dunia melawan Samoa. Hanya Jess Breach dan Megan Jones yang tetap menjadi starter dari kemenangan atas Amerika Serikat. Dibawah ini anda akan melihat informasi mengenai rugby menarik hari ini yang telah dirangkum oleh SPORT INGHAVE.
Pelatih John Mitchell sengaja menerapkan strategi rotasi untuk memberi kesempatan kepada seluruh pemainnya tampil di babak penyisihan grup. Perubahan signifikan terjadi di hampir semua posisi. Lucy Packer dan Helena Rowland akan mengisi posisi scrum-half dan fly-half, sementara Marlie Packer kembali sebagai kapten di posisi flanker. Rotasi ini menunjukkan kedalaman skuad Inggris yang memiliki banyak pemain berkualitas.
Mitchell mengungkapkan bahwa rotasi sudah direncanakan sejak awal turnamen. Tujuannya adalah menjaga kebugaran pemain sekaligus memberikan pengalaman bermain kepada seluruh anggota tim. Pertandingan melawan Samoa diharapkan bisa menjadi ajang uji coba kombinasi pemain baru.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Kombinasi Baru di Lini Belakang
Lini belakang Inggris akan menampilkan wajah-wajah baru dengan komposisi yang menarik. Jess Breach beralih ke sayap kanan, didampingi Claudia Moloney-MacDonald di sayap kiri dan Emma Sing sebagai fullback. Duet Megan Jones dan Jade Shekells diharapkan bisa menciptakan soliditas di lini tengah.
Di posisi penting scrum-half dan fly-half, Lucy Packer dan Helena Rowland mendapat kepercayaan. Keduanya harus bisa mengontrol tempo permainan dan menjadi penghubung antara pertahanan dan serangan. Chemistry mereka akan menentukan kelancaran permainan Inggris.
Pelatih Mitchell yakin kombinasi baru ini bisa tampil solid. Meski banyak perubahan, semua pemain sudah terbiasa dengan sistem yang diterapkan. Mereka diharapkan bisa terus membangun momentum positif dari kemenangan pertama.
Baca Juga: Owen Farrell Berpeluang Kembali ke Saracens Sebagai Pemain Cadangan
Lini Depan yang Tetap Kuat
Meski melakukan rotasi, lini depan Inggris tetap diperkuat oleh pemain-pemain berkualitas. Kelsey Clifford, Lark Atkin-Davies dan Sarah Bern akan menjadi tulang punggung di barisan depan. Duet Lilli Ives Campion dan Rosie Galligan di posisi lock diharapkan bisa mendominasi garis pertahanan Samoa.
Baris belakang menyaksikan kembalinya kapten tim Marlie Packer di posisi flanker. Ia akan didampingi Abi Burton dan Maddie Feaunati yang siap mengamankan area breakdown. Kombinasi ini diharapkan bisa memenangkan possession dan menciptakan turnover balls.
Kekuatan lini depan menjadi kunci strategi Inggris. Mereka akan mengandalkan superioritas fisik dan teknik scrums untuk mendominasi pertandingan. Pertahanan Samoa diperkirakan akan kesulitan menghadapi tekanan dari forward pack Inggris.
Target Bangun Momentum Menuju Babak Penting
Pertandingan melawan Samoa menjadi kesempatan emas untuk menguji berbagai skenario permainan. Pelatih Mitchell ingin melihat bagaimana kombinasi pemain berbeda bisa menjalankan sistem tim dengan efektif. Hasil dari percobaan ini akan menjadi bahan evaluasi untuk laga-laga penting selanjutnya.
Suasana di stadion tradisional Northampton diharapkan bisa memompa semangat para pemain. Mitchell menekankan pentingnya memanfaatkan dukungan home crowd untuk menciptakan performa terbaik. Kemenangan tidak hanya target utama tetapi juga bagaimana tim bisa tampil semakin solid.
Dengan rotasi ini, Inggris juga ingin menjaga kondisi pemain inti untuk laga melawan lawan yang lebih kuat. Kedalaman skuad yang dimiliki menjadi keunggulan penting dalam perjalanan menuju knock-out stage. Setiap pemain harus siap berkontribusi kapan saja dibutuhkan. Manfaatkan juga waktu luang anda untuk mengeksplorasi lebih banyak lagi tentang berita olahraga terupdate lainnya hanya dengan klik sportinghave.com.